Showing posts with label Novel. Show all posts
Showing posts with label Novel. Show all posts

Saturday, August 27, 2011

Bidadari-Bidadari Surga

Penulis : tere~liye
Penerbit : Republika


Ini adalah kisah yang menawarkan keharuan karena cinta. Namun ini bukan keharuan cinta segitiga, segiempat, atau segilima yang seringkali memojokkan kita pada sekadar aksi rebutan perasaan antara laki-laki dan sejumlah perempuan – ataupun sebaliknya. Inilah keharuan yang kita butuhkan untuk menyemai cinta agar tumbuh sebagai pohon surga – tempat para bidadarinya mengukir senyum memesona. Inilah keharuan yang telah memposisikan desa tidak lagi sebagai subordinat atas kota, bahkan dunia, melainkan sebagai pusat kearifan dan sumber nilai kemanusiaan yang hakiki. Inilah keharuan yang dibalur oleh akurasi yang anggun-matang, bersih, dan – karenanya – membius. Inilah keharuan yang memantulkan cerlang pengalaman dalam kombinasi yang canggih: kesiapan mencerap dan kesiapan mengisahkan penulisnya. Inilah keharuan, juga air mata, yang mesti kita dapatkan untuk mengisi kantong emosi cinta kita yang – mungkin – sudah bolong-bolong….

(Muhammad Yulius, Pemimpin Redaksi Majalah Annida)


Indah, realistis, dan filosofis. Berbeda dengan karakter kebanyak novel yang selalu sempurna seperti telenovela, kisah novel ini sebaliknya amat sederhana, yang tidak saja menguatkan seluruh cerita tapi juga menciptakan sentuhan sentimentil bagi pembaca. Pesan kisah ini luar biasa. Mengajarkan kita tentang kebahagiaan sejati yang hanya bisa diperoleh jika kita sungguh-sungguh mencintai orang lain serta selalu bersyukur atas masa lalu, hari ini, dan masa depan….

(Dian IKS, CERAM-European School of Business, Sophia Antipolis-France)

Friday, August 26, 2011

Mayar dari Jogja


Fourcolours

Penulis : Sony Set, Seno Aji, Andra Nuryadi, Adi Marsono
Penerbit : Grasindo


FOURCOLOURS Film adalah sekolompok anak muda Yogyakarta yang mengaktualisasikan kreativitasnya dalam film independen. Mayar dari Jogja merupakan judul novel yang diambil dari salah satu film produksi mereka. Sesuatu yang unik dalam karya empat anak muda-Sony, Adi, Seno, dan Andra-ini adalah disertakannya VCD sehingga pembaca dapat sekaligus menikmati karya mereka secara visual yang direkam dengan kualitas cukup bagus.

Novel dokumenter ini mengisahkan proses kreatif empat mahasiswa, yaitu: Ifa Isfansyah, Narina Saraswati, Eddie Cahyono, dan Rah Aji Surya, yang tergabung dalam sebuah kelompok pembuat film independen bernama Fourcolours Film. Kelompok ini mencoba menghindari birokrasi yang memasung kreativitas, lambat, dan cenderung kaku. Mereka mencoba bersikap profesional dengan membentuk manajemen dan strategi sederhana mewujudkan cita-cita berkiprah dalam dunia sinema Indonesia.

Tembang Lara

Penulis : Pipiet Senja
Penerbit : Gema Insani Press


Arestia terus dirundung penderitaan. Dia harus bergelut dengan Thallasemia seumur hidup. Penyakit itu juga yang merenggut kehidupan kakak-kakaknya. Ayah dan ibunya pergi karena kecelakaan. Binsar, suami yang sangat dicintainya, ternyata menikahinya hanya untuk balas dendam dan memperlakukannya dengan amat kasar. Bahkan, Arestia dituduh membunuh ibu Binsar, mertuanya sendiri.

Penderitaan yang bertubi-tubi itu belum juga membuka hati Arestia untuk memahami apa rencana Allah di balik penderitaan yang tiada hentinya itu. Hingga akhirnya. Akhir kisahnya…? Coba temukan sendiri di dalam buku ini.

God... Pliss... Jodohin Gue Dong!!!

Penulis : Soffi S. Bawahab
Penerbit : Qultum Media


Danie adalah seorang cewek yang hidup di tengah-tengah kota metropolitan. Hidupnya penuh dengan masalah. Danie tidak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya. Selama 25 tahun, Danie diperlakukan seperti bukan anak kandung, dengan segala tuntutan dari ayahnya yang harus ia kerjakan.

Seperti cewek cewek normal lainnya, terkadang terlintas juga dipikirannya untuk mengagumi cowok lain. Tapi siapa sangka, cowok yang sempat ia ‘taksir’ itu adalah calon bosnya sendiri. Bagaimana ia bertahan terhadap godaan hatinya karena bertemu sang bos setiap hari?

Bola-Bola Santri

Penulis : Shachree M. Daroini
Penerbit : Matapena


"Hah... main bola?!"
Gus Mada, Gus Hisyam, dan Gus Munir bengong. Nggak bisa membayangkan kalau mereka tanding bola sama anak-anak kampung. Mau ngajak siapa? Para santri Al-Bakir? Jangankan punya seragam atau celana lapangan, bersentuhan sama bola pun nggak pernah. Para santri itu cuma punya sarung, baju, dan kopiah yang sudah pada kusam dan lusuh. Tak ada alas kaki, lebih-lebih sepatu. Jangankan melihat sepak bola di tv, acara tv aja mereka nggak tau apa-apa. Apalagi membaca kabar-kabar bola di majalah, bahkan koran aja dilarang masuk pondok!
Ketiga Gus kecil itu saling diam, memikirkan cara untuk menyelamatkan harga diri serta warisan kakek mereka, pondok dan santri Al-Bakir!

Dengerin dong, Troy!


Penulis : Ade Kumalasari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


"Kenapa sih, Din, aku belum punya pacar?" curhat Lintang ke sobatnya.
"Because you are so smart!" balas Dinda

Mana ada cowok yang "berani" pedekate ke Lintang? Sudah pintar, ketua OSIS pula. Meskipun pengin banget punya pacar, Lintang menolak ketika Dinda mencalonkan Troy - sang komandan peleton inti di sekolah. Memang sih Troy seganteng dewa-dewa Yunani. Tapi keras kepalanya itu loh yang nggak nguatin. Apalagi dia selalu mengacau di setiap rapat OSIS. "Nama lengkap Troy mestinya Troyble Maker deh!" kata Lintang kesal.

Lintang tambah kesal ketika Troy tidak mendengarkan nasihatnya dan tetap ngotot mengadakan lomba peleton inti pada peringatan lustrum sekolah. Akhir-akhir ini kan lomba semacam itu sering banget memicu tawuran antar-sekolah. Selalu ada saja yang jadi korban. Pantas dong Lintang khawatir.

"Aku jamin semua akan baik-baik saja, Lin," janji Troy.
Iya kalau itu benar, kalau ada kejadian apa-apa, siapa yang disalahkan?
Iih, kenapa si Troy nggak pernah mau dengar?

Trio Ucul dan Nyonya Pink Ting

Penulis : Tria Ayu Kusumawardhani
Penerbit : DAR! Mizan


Ucup semakin gelisah. Gara-gara gosip yang menyebutkan ia anak pungut mulai menyebar. Trio Ucul tidak tinggal diam. Mereka mulai menyelidiki masa lalu Ucup. Benarkah ia anak pungut?

Namun, begitu Trio Ucul mulai menemukan bukti-bukti bahwa Ucup adalah anak kandung dari orangtuanya yang sekarang, Nyonya Pink semakin menguasai Ucup. Ia selalu membayangi setiap langkah Ucup. Semakin hari, kegilaan Nyonya Pink semakin nyata. Sehingga, terlambat bagi Ucup untuk melepaskan diri.

Ugo dan Ipul berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan Ucup dari cengkeraman Nyonya Pink. Sebab, jika tidak, Trio Ucul hanya tinggal nama!

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Biar nggak penasaran, baca aja deh!

Meski Pialaku Terbang

Penulis : Adzimattinur Siregar
Penerbit : Gema Insani Press


Aduh…beneran gak ya ? Kak Alfian suka sama Dian ? Abis dia suka merhatiin Dian sih. Masa cowok sekeren dia suka sama Dian ? Terang aja itu bikin Argi keki. Terus, Dian yang berjilbab ini harus gimana, dong ?

*psssttt! Ini novel pertama yang bikin aku pengen berjilbab lhooh.. serius! hehe
aduh kenangan.. udah lama yah/ udah jaman es em pe kelas 2, hihi :D

Masih Ada Hari Esok

Penulis : Pipiet Senja
Penerbit : Zikrul Kids

Adinda menderita talasemia, penyakit kelainan darah bawaan. Tiap 2-3 bulan sekali dia harus ditransfusi darah. Tapi kelemahan fisik ternyata tidaklah membuat Adinda petah semangat. Dengan dukungan kakak, orangua dan para sahabatnya, adinda berjuang untuk menyikapi kondisinya. Maka, mengalirlah kata-kata indah melalui jari-jemarinya, adinda pun berkarya dengan puisi dan bakat pentasnya. Inilah bukti nyata akan ke-Mahakasih-an ilahi. Di balik kelemahan senantiasa Tuhan menyertakan pula kelebihan. Adik-adik patut memiliki buku yang sarat hikmah dan makna hidup ini.

Santri Semelekete

Penulis : Ma'rifatun Baroroh
Penerbit : Matapena


Enjoy, alias Endang Jumilah. Seorang cewek badung,sok tajir, sok gaul, sok jagoan pula, walau sebenarnya merasa lemah. Sebel dan enggak level pacaran sama santri. Levelnya sama cowok gaul en dandy.
Anggota G@sinx di SMA-nya. Geng yang doyan ngerjain guru dan ngusilin anak-anak yang keliatan rada alim, culun, atau bego banget.
Eh, tau-tau nyantri di pesantren. Peraturan ketat, kegiatan segudang, jilbab en baju gedombrohan, de el el. Dan malah, naksir ustadz sendiri lagi! Ck...ck...ck...
Kebayang kan gimana hebohnya tuh cewek ‘santri’?
Iya, santri semelekete.

My Pinky Moments


Serial Aisyah Putri

Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Lingkar Pena


“Kenapa harus warna pink, sih?”
“Karena hitam sudah dipakai untuk berkabung,” jawab Vincent.
“Pink warna paling cerah”, kata Harap yang disambut anggukan kepala Hamka.
Sementara Iid, abang Aisyah nomor empat, punya jawaban lain,
“Sebab warna biru dan merah sudah dipakai Superman! Hehehe...”

Hari-hari yang pinky sungguh membuat Aisyah bingung.
Bingung dengan kelakuan keempat abangnya berburu hadiah serba pink. Bingung dengan ulah teman-temannya yang sibuk cari pasangan.
Aisyah juga bingung, kenapa justru warna pink yang muncul di wajahnya ketika Mr. Penyair menghampiri.

Lalu apa arti moment pink itu bagi Elisa, si mantan model? Kenapa pula bayangan valentine yang romantis dan pinky, mendadak berubah mengerikan dan penuh horor? Semua dimulai ketika lelaki valentine itu datang. Ya, laki-laki valentine itu…

Aisyah Putri. Cewek sipit yang disayangi setengah mati oleh keempat kakaknya yang cowok semua itu, datang lagi. Lebih seru! Karya Asma Nadia, peraih tiga kali Penghargaan Adikarya Ikapi sebagai penulis fiksi remaja terbaik nasional ini, dijamin bikin kamu terhibur sekaligus berdebar!

(Serial ini sempat menjadi best seller sejak tahun 2000 sd 2004, sempat diterbitkan oleh Penerbit Syaamil. Sekarang Aisyah Putri tampil dengan format baru, di Lingkar Pena)


*Seri Aisyah Putri lainnya

Misteri Lukisan

Serial Ababil

Penulis : Harianto A. Fauzi
Ilustrator : Dewa
Penerbit : DAR! Mizan


Binsar, seorang pelukis terkenal hendak melelang lukisan terbaiknya dengan harga yang sangat mahal. Uang penjualan lukisan tersebut akan disumbangkan ke panti asuhan anak-anak yatim. Setelah itu, Binsar akan mengundurkan diri dari dunia lukis. Namun, sehari menjelang dibukanya pameran, pelukis tua itu ditemukan terkapar bersimbah darah. Sangat sulit mengungkap siapa pelaku penganiayaan tersebut. Bahkan, petugas pun sampai dibuat pusing tujuh keliling. Nah, lagi-lagi Ababil melibatkan diri dalam kasus membingungkan ini. Khalid dan Nabila harus memcahkan berbagai teka-teki pelik, serta menerobos rintangan-rintangan berbahaya untuk bisa mengungkap sang pelaku kejahatan. Berhasilkah Ababil mengungkap kasus rumit tersebut? Ikuti petualangannya. Dijamin seru, deh!

I Miss You

Penulis : Ninik Handrini Mukhlis
Penerbit : Pustaka Bani Quraisy


“Papa! Zahra! Bertahun-tahun aku dan Mama menunggu kalian. Papa! Aku Zanne. Anak Papa. Elita? Ternyata kamu adalah saudara kembarku...” Zanne menangis sejadi-jadinya. Suasana pertemuan makin mengharu biru. Suara isak tangis menyergap di rumah kecil itu. Zanne telah lama berpisah dengan saudara kembar dan ayahnya selama belasan tahun, karena kapal laut yang ditumpanginya saat berlibur tenggelam. Saat itu pula Mama menggendong Zanne, dan Papa menggendong Zahra, namun mereka terpisah hingga berdua menginjak usia remaja.
* * *
“I Miss You” sebuah kisah remaja. Zanne, cewek tomboy yang cukup gaul, smart, dan berparas cantik, memiliki jalan hidup yang sangat mengesankan, baik bersama teman-temannya di sekolah maupun keluarganya, bahkan bersama pengamen anak jalanan. Uniknya lagi, Zanne pandai menjaga diri, hingga tak terbawa arus dalam hal yang negatif.

*yang kiri ini kayanya versi cetak ulangnya deh.. kalo punya aku covernya kaya yang di sebelah kanan ini..

La Tansa Male Cafe

Serial La Tansa

Penulis : Nurul F. Huda
Penerbit : Gema Insani Press


Sobat-sobat ada tempat gaul baru,nih. Namanya La Tansa Male Cafe. Disini kamu bisa berkenalan sama Hari yang komikus, Adjie yang mantan model, Fely yang hobi banget nyanyi, dan Jimmy, tukang hitung uangnya La Tansa. Ternyata mereka nggak cuma jualan, tapi juga mengajak orang pada kebaikan lewat kafe ini. Gima repotnya mereka mengelola usaha smbil kuliah, ikut menyelesaikan twuran anatr sekolah, bahkan mendapatkan, sekaligus kehilangan seorang teman selamanya.

Kafe yang ditongkrongin lima ikhwan ini jelas beda. Bedanya? Hoo.. rahasia...
Cari tahu sendiri dibuku ini !

Bintang Sinetron

Serial Gang Buntu 13

Penulis : Arul Khan
Penerbit : DAR! Miazan


Banyak yang mengatakan kalau Jakarta kota yang tidak mengenal belas kasihan. Belum lagi, segalanya diukur dengan uang. persahabatan, persaudaraan, dan bahkan kehormatan seseorang ditentukan oleh banyaknya nol yang berjejer di rekening banknya. Tetapi, apakah Jakarta sekejam itu? Mengukur segalanya dengan materi?


Di Gang Buntu 13, hal itu akan sulit ditemui. Wajah Jakarta yang bopeng dan rusak akan terlihat segar dan nyaman saat memasuki Gang Buntu 13.


Nggak percaya?! Coba aja, gimana rasanya ketemu nenek-nenek ganjen di bus kota yang

ngeliatin kamu terus, atau punya teman kemayu yang suka colek-colek, ih... Pasti rame, kocak,ngeselin, sekaligus deg-degan!


Bahkan, dari Gang Buntu 13 ini bakal lahir seorang bintang sinetron yang diduga akan menggeser popularitas selebritis manapun.


Kagak percaya juga?! Dateng aja ke Gang Buntu 13, pasti bikin kamu fresh hati dan pikiran. Dijamin!

Thursday, August 25, 2011

Kidung Kembara


Penulis : Pipiet Senja
Penerbit : Gema Insani Press


Butet dan Euis saudara sepupu yang dilahirkan dari anak kembar. Keduanya mengalami nasib yang sama, ditinggalkan oleh kedua orangtua secara tragis. Kalau Euis kemudian tinggal bersama neneknya dan disayangi oleh banyak orang, tak demikian dengan Butet. Ia harus mengalami perlakuan kejam dari keluarga mendiang ayahnya.

Pada saat liburan, euis berhasil mengeluarkan Butet dari kungkungan keluarga besar ayahnya. Dari pergaulan singkat kedua ABG itu, mereka baru menyadari bahwa dirinya masing-masing memiliki banyak kesamanan. Terutama soal kekuatan melihat sesuatu yang bakal terjadi. Suatu anugerah dari Sang Khalikbagi umat yang dikasihi-Nya. Penglihatan!

Suatu hari, kedua sepupu ini melakukan piknik ke Curug Penganten.

Di sinilah keduanya mengalami hal-hal yang sarat dengan misteri. Mereka bertualang di dunia yang lain sama sekali. Sarat dengan keanehan.

Nah, seperti apakah dunia aneh itu? Simak saja sendiri!

Pangeran Bersarung


Penulis : Mahbub Jamaluddin
Penerbit : Matapena


"Brak!"
Sarung itu ditarik dengan cepat dan mendadak, hingga mlotrok. Sorak-sorai itu pun berubah menjadi hujan gerrr!. Puji buru-buru mengangkat sarungnya kembali sambil nyengir malu campur marah.
Dirasakannya seluruh tubuhnya berwarna merah.
"Belum santri!", celetuk si Ipin. "Kalau sudah santri, disebrak kayak apa pun nggak bakal melorot!"
"Mau coba yang nyantri?" Wawan menjulurkan badannya. Puji diam saja. Masih malu.
Wawan menyuruh salah satu santri yang jadi suporter untuk menarik sarungnya kuat-kuat. "Hup! Hup! Hup! Hup!" Walau berkali-kali si santri menarik keras-keras, sarung Wawan tetap tidak bergeming. Wawan memandang Puji dengan sebelah matanya, seolah berkata: "Benar kan? Nih, santri sejati!" Diangkatnya baju koko biru lautnya, menunjukkan kalau sarungnya tidak diikat sabuk.
Santri sejati?! Hmm, semua santri tentu pengen jadi yang sejati. Tapi masak hanya ditentukan oleh kuat lemahnya ikatan sarung? Begitu, Puji terus berpikir-pikir mencari jawabnya.

Cewek Sombong Banget

Serial Gang Buntu 13

Penulis : Arul Khan
Penerbit : DAR! Mizan


Ada cewek baru di Gang Buntu 13, lho! Ngakunya baru datang dari Prancis, cantik lagi! Wuiiih ... bikin anak-anak Gang Buntu 13 berebut pengen ngedeketin. Tetapi, nyatanya tuh cewek malah bikin gerah anak-anak. Kenapa, coba?

Ternyata, cewek cantik itu orangnya somse... sombong sedikit, eh sombong sekaleee...! Lagaknya bak aktris selebritis dari Menara Eiffel. Padahal, tuh cewek pernah satu sekolahan sama anak-anak Gang Buntu 13.

Wah, pasti rame, nih! Gimana, ya, cara anak-anak Gang Buntu 13 ngadepin cewek yang satu ini? Simak aja, deh, dijamin seru dan kagak bakalan rugi karena ada kisah-kisah lainnya yang kocak sekaligus koclak!

Oya, pesen anak-anak Gang Buntu 13; Jangan baca sambil berdiri di tengah jalan atau di tengah rel kereta api. Ntar... ketabrak, katanya, hahaha..

Saturday, June 11, 2011

Jilbabers in Trouble


Penulis : Asma Nadia & Birulaut
Penerbit : DAR! Mizan

Novel kedua dari serial J-Two

Masih inget dengan kakak beradik, J-Two: Jai dan Jamilah? Atau sama... Three Musketeers; Jai, Oscar, Jacko, and the genk SMA Twenty One?

They're back, Guys, with the new story! Kali ini, Jamilah berganti style dan membuat geger semua orang. Sampai-sampai, sang ibu pingsan dan sang abang, Jai, resah melihatnya. Apalagi, geng SMA Twenty One sudah siap dengan komentar negatifnya tentang penampilan Jim.

Gimana Jamilah memperjuangkan keinginannya ini? Apakah ia siap kalau teman-teman gengnya ninggalin doski?

Kisah ini, makin seru dengan obsesi si Jai yang pengin jadi aktor terkenal. Doi begitu menggebu-gebu sampai segala cara dicobanya. Pfuiiih..


kalo yang ini seri sebelumnya..

Judulnya J-Two on A Mission

Jai yang usil, ceriwis, dan nggak pernah kehabisan ide jail, selalu menjadi gudang ketawa yang tak pernah surut. Apalagi kalau ketemu anggota genk Jai, yang tak kalah ajaib. Oscar yang gede, cakep fans berat artis Bollywood, tetapi pemalu, berbanding terbalik dengan Jacko yang ceking, suka bergaya oldies, tetapi pede abis.

Untunglah, Jai masih punya adik yang imut, manis dan baik hati. Jamilah namanya. Meskipun kakak beradik, namun Jamilah tidak mewarisi kejailan Jai. Jamilah lebih kalem, lebih peduli, dan tentu saja lebih cantik. Pokoknya beda banget dengan Jai yang sok kece, tetapi tak pernah mau diatur dan sering berbuat seenak udel

Dan kini, kedua kakak beradik itu dibikin pusing gara-gara bingkisan parcel pesanan teman maminya, raib digondol maling bus kota. Padahal, demi parcel itu, maminya rela begadang sampai jauh tengah malam.

Gimana dong nasib mereka? Hiks! Simak aja kisah kocak mereka di serial J-Two ini.

Friday, June 10, 2011

Fairish

Penulis : Esti Kinasih
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


"Lo pura-pura jadi pacar gue ya, Rish? Biar gue nggak dikerubutin cewek-cewek centil itu." pinta Davi.
"Tapi... konsekuensinya. Dav." ujar Irish pelan.
"Elo punya cowok?" Kali ini ganti Davi yang tersentak kaget. "Atau... lagi ada yang elo suka?"
Irish buru-buru geleng kepala. "Bukan gitu. Kalo mereka nyangka kita beneran..."
"Biarin aja. Bagus malah!" Davi menggenggam kedua tangan Irish.

Akhirnya Irish menerima permintaan Davi meskipun dengan setengah hati. Tapi setelah dijalani. Irish senang kok menjadi satu-satunya cewek yang paling dekat dengan Davi, walau cuma untuk sementara dan tanpa ada ikatan apa-apa.

Irish emang nggak secantik Penelope Cruz. Dia cuma cewek biasa, yang disekolah pun sama sekali nggak ngetop. Karena itu Davi merasa aman, soalnya dia merasa nggak bakalan naksir Irish.
Tapi saat muncul cowok lain yang bikin Irish terpikat yaitu Alfa yang tinggi dan sangat perhatian, kok Davi jadi nggak rela kehilangan Irish, ya?